PERILAKU ORGANISASI BAB 1 DAN 2

BAB 1

ORGANISASI, PERILAKU ORGANISASI SOSIAL

 

  1. A.    Pendahuluan

Manusia sebagai mahluk hidup sosial yang selalu mencoba berinteraksi, akan selalu menemukan masalah – masalah. Namun, berbagai masalah dalam berinteraksi, baik antar individu, antar individu dan kelompok, atau interaksi antar kelompok akan dapat diminimalisasi dengan mengetahui prilaku individu dan kelompok yang menjadi lawan dalam berinteraksi.

Adapun organisasi sebagai satu kelompok yang mempunyai tujuan tertentu, secara mutlak akan di pengaruhi oleh prilaku – prilaku, baik dari internal organisasi tersebut atau dari pihak eksternal. Ilmu prilaku organisasi telah menjelema sebagi satu cabang ilmu sosial yang memberikan satu tahapan penting dalam menempatkan seseorang menjadi individu yang pantas sebagai seorang menjadi individu yang pantas sebagai seorang leader atau penentu dalam kata laksana organisasi.

 

  1. B.     ORGANISASI
    1. 1.      Definisi organisasi

Organisasi berasal kata organ dalam bahasa Yunani yang berate alat. Pengertian organisasi telah banyak di sampaikan para ahli. Dan pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip. Sebagai bahan perbandingan, berikut ini adalah sebagai pendapat mereka.

  1. Cheser I. Brnard (1938), dalam bukunya “ The Exsekutive Functions”, mengemukakan bahwa “Organisasi adalah system kerja sama antara dua orang tua atau lebih” ( organization as a system of cooveratives of two more persons)
  2. Menurut Dimock, “Organization is the syistematic bringing together of interdependen part to form a unified whole throught which autorit, coordination and control may exercised  to achive a given purpose”  ( Organisasi adalah perpaduan secara sistematis bagian – bagian yang saling bergantungan / berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi , dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).

Berdsarkan defenisi tersebut ,dapat disimpulkan bahwa kumpulan orang dapat dikatakan sebagai organisasi jika memenuhi empat unsure pokok (sopia h, 2008) yaitu:

  1.         i.            Organisasi itu merupakan system;
  2.       ii.            Adanya suatu pola aktivitas;
  3.     iii.            Adanya sekelompok orang;
  4.     iv.            Adanya tujuan yang telah di tetapkan;

 

2. Ciri – ciri organisasi

Seperti telah diuraikan di atas bahwa organisasi memiliki 3 unsur dasar, dan secara lebih terperinci, organisasi memiliki ciri – ciri  sebagai berikut :

a)      Adanya suatu kelompok yang dapat di kenal dan saling mengenal;

b)      Adanya kegiatan yang berbeda – beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan ( interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan;

c)      Tiap – tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa  pemikiran, tenaga dan lain – lain;

d)     Adanya kewenangan, koordinasi, dan pengawasan;

e)      Adanya tujuan yang ingin dicapai

 

3. Prinsip – prinsip organisasi

Prinsip – prinsip organisasi banyak dikemukakan oleh para ahli, salah satunya adalah A.M. Williams dalam buku “Organization of canandian government administration”  (1965), yang menyebutkan bahwa prinsip – prinsip organisasi meliputi hal berikut.

  1. Organisasi harus mempunyai tujuan yang jelas

Organisasi di bentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dan tidak ada suatu organisasi pun yang tidak memiliki tujuan.

  1. Prinsip skala hierarki

Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga mempertegas pendelegasian wewenang dan pertanggung jawaban, dan menunjang efektivitas jalanya organisasi secara keseluruhan.

  1. Prinsip kesatuan perintah

Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau tanggung jawab kepada seorang atasan saja.

  1.  Prinsip pendlegasian wewenang

Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya.

  1. Prinsip pertanggung jawaban

Dalam  menjalankan tugasnya, setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.

  1. Prinsip pembagian pekerjaan

Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut  berjalan optimal, dilakukan pembagian tugas / pekerjaan yang didasarkan pada kemampuan dan keahlian dari masing – masing pegawai.

  1. Prinsip rentang pengendalian

Arinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi. Semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya.

  1. Prinsip pemisah

Beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan kepada orang lain.

  1. Prinsip keseimbangan

Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuanorganisai dalam hal ini dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan oranisasi tersebut akan di wujudkan melalui aktivitas / kegiatan yang akan dilakukan.

  1. Prinsip fungsional

Seorang pegawai, dalam suatu organisasi secara fungsional, harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, srta tanggung jawab dari pekerjaannya.

  1. Prinsip fleksibilitas

Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor ) dank arena adanya pe ngaruh diluar organisasi (external factor ), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.

  1. Prinsip kepemimpinan

Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan kepemimpinan, atau ddengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut.

Adapun menurut yayat (2004) organisasi dapat mencapai tujuannya dengan efektifdan efesien apabila memenuhi beberapa asas pokok yang dapat dijadikan pedoman antara lain:

1)      Perumusan tujuan;

2)      Pembagian tugas pekerjaan;

3)      Pendelegasian kekuasaan;

4)      Rentang pengawasan;

5)      Tingkat pengawasan;

6)      Kesatuan perintah dan tanggung jawab;

Tujuan organisasi mempunyai syarat – syarat sebagai berikut:

1)      Specific, mempunyai ciri – ciri jelas mengenai batas – batas tujuan yang akan di capai;

2)      Realistic, sesuai dengan kenyataan;

3)      Moderate risk, untuk mencapai suatu tujuan, terkandung resiko yang tidak terlalu berat;

4)      Challenging, meantang;

5)      Measurable, tujuan harus dapt diukur, misalnya peningkatan volume produk sebesar 25 % dari produk tahun lalu;

6)      Time phased, kurun waktu yang jelas dengan penjadwalan kerja yang cermat;

 

4. Tipologi organisasi

Tipologi organisasi adalah pengelompokan tipe atau jenis – jenis organisasi. Pengelompokan jenis organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan criteria berikut:

a)      Berdasarkan jumlah hukum yang memegang tapuk pimpinan

  1. Bentuk tunggal, yaitu pimpinan organisasi hanya dipegang oleh satu orang.

Kebaikannya adalah segala sesuatu dapat dputuskan dengan cepat sebab pimpinan tidak harus berunding dengan pihak lain karena ia memegang kekuasaan dan tanggung jawab sepenuhnya.

 

Kekurangannya apabila pimpinan tidak mempunyai pengetahuan yang luas, kurang berani bertindak, lambat berfikir dan bertindak sehingga kecepatan dan ketegasan bertindak dari organisasi tidak dapat di capai.

 

  1. Bentuk komisi, yaitu pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang terdiri dari beberapa orang.

Kebaikan :

  • Adanya pembagian tugas diantara anggota dewan sehingga memungkinkan semua bidang tugas mendapat perhatian sepenuhnya;
  • Keputusan – keputusan yang di ambil oleh anggota lebih dari seorang cenderung lebih tepat dari pada yang hanya berdasarkan pertimbangan satu orang saja;
  • Adanya kerja sama yang erat untuk mengikul tanggung jawab bersama  mempunyai peran mendidik diantara angota – anggota dewan itu.

Keburukan :

  • Keputusan tidak dapat siambil dengan cepat ;
  • Menghasilkan tindakan pimpinan yang kurang tegas karena keputsan merupakan hasil pikiran beberapa orang sebagai kesatuan;
  • Anggota sering berlindung di balik keputusan tersebut untuk menghindarkan tanggung jawab.

 

b)      Berdasarkan lalu lintas kekuasaan

1)      Berdasarkan lurus / organisasi lini

Kebaikannya, menurut G.R. Tery (1964:389) dalam bukunya the principle of management, antara lain :

  • Penyampaian informasi dapat dilakukan dengan cepat;
  • Memungkinkan terbentuknya manajer terlatih;
  • Keputusannya dapat di ambil cepat;

       Keburukannya :

  • Penumpikan pekerjaan dtngan seseorng;
  • Tidak memungkinkan spesialisasi
  • Anggota manajer sulit diganti;

2)      Bentuk lini dan staf

Untuk mengatasi  kelemahn dan kekurangan, biasanya para manajer mengakat sejumlah ahli yang disebut staf. Anggota staf adalah anggota yang memiliki hak untuk memberikan bahan – bahan  pertimbangan atau nasihat kepada pimpinan.

3)      Betuk fungsional

Kelebihan bentuk fungsional adalah manajer menjadi lebih cakap dalam bidang pekerjaanya, sedangkan kelemahannya, koordinasi menjadi lebih sukar di laksanakan karena saluran perintah yang menyilang menyebabkan setiap bawahan bertanggung jawab pada lebih dari satu orang atasan.

 

c)      Berdasarkan sifat hubungan personal

1)      Organisasi formal, yaitu setiap bentuk kerja sama antara dua orang atau lebih  yang di atur dan di pola kan secara resmi  dalam rangka mencapai tujuan bersama.

2)      Organisasi informal, yaitu hasil keseluruhan hubungan pribadi yang terjalin antara individu – individu maupun antar kelompok manusia.

 

d)     Berdasarkan tujuan

Organisasi ini dapat dibedakan, yaitu : (1) organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau ‘profit oriented ‘ dan (2) organisasi sosial yang tujuannyatidak mencari keuntungan atau ‘nonprofit oriented’.

 

e)      Berdasarkan sektor sosial

Beberapa jenis organisasi dalam berdasarkan sektor sosial, antara lain (a) organisasi pendidikan, (b) oranisasi kesehatan, (c) organisasi pertanian dan lain – lain.

f)       Berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani (Parson, 1960)

1)      Organisasi produksi

2)      Organisasi yang bertujuan berorientasi pada politik

3)      Organisasi yang bersifat integral

4)      Organisasi pemelihara

g)      Berdasarkan kepatuhan

1)      Organisasi coercive-alienative

2)      Organisasi renumerative-instrumental

3)      Organisasi normative-moral

4)      Organisasi coercive-instrumental

5)      Organisasi renumerative- moral

6)      Organisasi normative- alienative

7)      Organisasi coercive- moral

8)      Organisasi renumeration- alienative

9)      Organisasi normative- instrumental

h)      Berdasarkan pihak yang memakai manfaat

1)      Mutual benefit organization, yaitu organisasi yang manfaatnya diutamakan untuk dinikmati para anggotanya sendiri

2)      Service organization, yaitu organisasi yang manfatnya diutamakn untuk dinikmati oleh pelanggan

3)      Business organization, yaitu oerganisasi yang sasaran utamanya adalah mencapai laba.

4)      Commonwealth organization yaitu organisasi yang manfaatnya dapat dinikmati oleh masyarakat umum.

 

 

  1. C.    Pengertian Perilaku Organisasi

Secara sederhana, dalam mempelajari perilaku organisasi tercakup empat unsure (walter, 1972), yaitu sebagai berikut:

1)      Aspek psikologi tindakan manusia itu sendiri sebagai hasil studi psikologi.

2)      Adanya bagian lain yang diakui cukup relevan bagi usaha mempelajari tindakan manusia dalam organisasi.

3)      Prilaku organisasi sebagai suatu disiplin, mengakui bahwa individu dipengaruhi oleh bagaimana organisasi diatur dan siapa yang mengawasi mereka.

4)      Walaupun di sadari adanya keunikan tiap – tiap individu, perilaku organisasi lebih banyak menekankan pada tuntutan manajer bagi tercapainya tujuan organisasi secara keseluruhan.

Perilaku organisasi sering disingkat OB adalah suatu bidang studi yang mempelajari dampak  perseorangan, kelompok, dan struktur pada prilaku dalam organisasi dengan maksud menerapkan pengetahuan tentang hal – hal tersebut demi perbaikan efektivitas organisasi.

  1. D.    Sejarah Perkembangan ilmu prilak organisasi

Setelah perang dunia ke I, focus studi organisasi bergeser pada analisis tentang bagai mana factor – factor manusia dan spikologi mempengaruhi organisasi. Hal ini adalah transformasi yang disorong oleh penemuan tentang dampak Hawthorne. Para pakar terkemuka pada tahap awal ini adalah Chester Barand Henri Fayol, Mary paker Follet, Frederick Herzeberg, Abraham Maslow, Davic McCelland, dan Victor Vroom.

            Perang dunia ke II mengahasilkan pergeseran lebih lanjut dari bidang ini, ketika penemuan logistikbesar – besaran dan penelitian operasi menyebabkan munculnya minat baru terhadap system dan pendekatan rasionalistik terhadap studi organisasi.

            Pada tahun 1980an penjelasan – penjelasan budaya tentang organisasi dan perubahan menjadi bagian yang paling penting dari studi ini dengan memanfaatkan pendekatan – pendekatan dari antaropologi, psikologi, dan sosiologi. Berlanjut pada  zaman abad ke -21, prilaku organisasi saat ini menjadi bidang studi yang berkembang pesat. Jurusan studi organisasi ditempatkan dalam sekolah – sekolah bisnis, dan banyak universitas yang juga mempunyai program spokologi industri dan ekonomi industri.

  1. E.     Tingkat Analisis dalam Prilaku Organisasi

1)      Menganalisis prilaku organisasi dalam tingkat individu

2)      Menganalisi perilaku organisasional dari tingkat kelompok

3)      Menganalisis perilaku organisasional dari tingkat organisasi

4)      Faktor lingkungan

  1. F.     Tujuan Memahami Perialaku Organisasi

Setiap disiplin ilmu pasti memiliki tujuan. Begitu juga halnya dengan disiplin ilmu perilaku organisasi. Menurut Nirman (1996), tujuan memahami perilaku organisasi adalah sebagai berikut:

1)      Prediksi

2)      Eksplasi

3)      Pengendalian

 

  1. G.    Keterkaitan Beberapa Disiplin Ilmu terhadap Prilaku Organisasi

Prilaku organisasi merupkan ilmu prilaku terapan yang dibangun dengan dukungan sejumlah disiplin prilaku antara lain:

1)      Psikolog

Merupakan ilmu pengetahuan yang berusaha mengukur, menjelaskan dan kadang – kadang mengubah prilaku manusia.

2)      Sosiologi

Sosiologi mempelajari hubungan manusia dengan sesamanya.

3)      Psikologi sosial

Suatu bidang dalam psikologi yang memandukan konsep – konsep, baik dari psikologi maupun sosiologi.

4)      Antropologi

Studi tentang masyarakat untuk mempelajari manusian dan kegiatannya.

5)      Ilmu politik

Konsttribusi para ilmuwan politik signifikan dalam memahami prilaku dalam organisasi.

 

                                                      

 

BAB 2

MEMAHAMI INDIVIDU DALAM PERILAKU OEGANISASI

 

  1. A.    Pengertian Perilaku Individu

Perilaku didefinisikan sebagai suatu sikap atau tindakan serta segala sesuatu yang dilakukan manusia dalam kehidupannya sehari-hari.

David A.N., Richard Hackman, dan Edward E.L. dalam bukunya “Managing Organizational Behaviour”, menjelaskan prinsip-prinsip dasar manusia berperilaku. Perbedaannya sebagai berikut:

  1. Manusia berbeda perilakunya karena kemampuannya tidak sama
  2. Manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda
  3. Orang berpikir  tentang masa depan dan membuat pilihan tentang bagaimana bertindak
  4. Seseorang memahami lingkungannya dalam hubungannya dengan pengalaman masa lalu dan kebutuhannya
  5. Seseorang itu mempunyai reaksi-reaksi senang atau tidak senang(affective)
  6. Banyak faktor yang menentukan sikap dan perilakuseseorang

 

  1. B.     Kepribadian
    1. Mengenal konsep kepribadian

Kepribadian menurut Allport adalah sebuah organisasi dinamis di dalam sistem psikis dan fisik individu yang menentukan karakteristik perilaku dan pikirannya.

Menurut Pervin dan John kepribadian mewakili karakteristik individu yang terdiri atas pola-pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang konsisten.

Kepribadian terdiri atas trait dan tipe (type). Trait dijelaskan sebagai konstruk teoritis yang menggambarkan unit/dimensi dasar dari kepribadian. Sedangkan tipe adalah pengelompokkan bermacam-macam trait. Tipe memiliki tingkat regularity dan generality yang lebih besardaripada trait.

Teori trait merupakan teori kepribadian yang didasari oleh beberapa sumsi, yaitu:

  1. Trait merupakan pola konsisten dari pikiran, perasaan, atau tindakan yang membedakan seseorang dari yang lain, sehingga:
    1. Trait relatif stabil dari waktu ke waktu
    2. Trait konsisten dari situasi ke situasi
    3. Trait merupakan kecenderungan dasaryang menetap selama kehidupan, namun karakteristik tingkah laku dapat berubah karena:
      1. Adanya proses adaptif
      2. Adanya perbedaan kekuatan
      3. Kombinasi dari trait yang ada

Sehubunagn dengan adanya peran genetik dalam pembentukan kepribadian, ada empat pemahaman yang perlu diperhatikan:

  1. Meskipun faktor genetik mempunyai peran penting terhadap perkembangan kepribadian, faktor non-genetik tetap mempunyai peranan bagi variasi kepribadian.
  2. Meskipun faktor genetik merupakan hal yang penting dalam memengaruhi lingkungan, faktor non-genetik paling bertanggung jawab terhadap perbedaan lingkungan pada orang-orang.
  3. Pengalaman-pengalaman dalam keluarga adalah hal yang penting meskipun lingkungan keluarga berbeda bagi setiap anak sehubungan dengan jenis jenis kelamin anak, urutan kelahiran, atau kejadian unik dalam kehidupan keluarga pada tiap anak.
  4. Meskipun terdapat kontribusi genetik yang kuat terhadap trait kepribadian, tidak berarti bahwa trait itu tetap atau tidak dapat dipengaruhi oleh lingkungan.
    1. Teori-teori pengembangan kepribadian
      1. Teori psikoanalitik

Teori ini dikemukakan oleh Sigmund Freud yang menurutnya bahwa untuk memahami kepribadian seseorang, kita harus melihat ke dalam dirinya apa yang menjadi dasar perilakunya.

  1. Teori sifat atau perangai

Menurut teori ini kepribadian seseorang selalu tetap dan tidak berubah atau sulit berubah.

  1. Teori kebutuhan

Teori ini dianggap dapat memberikan bantuan untuk lebih memahami kepribadian seseorang.

  1. Teori tingkat kebutuhan

Teori ini lebih memerhatikan manusia yang psikologisnya sehat. Dalam membangun teori hierarki kebutuhan-kebutuhan yang bersifat deduktif, Maslow bertitik tolak dari tiga asumsi pokok:

  1. Manusia adalah makhluk yang sellu berkeinginan. Keinginan mereka tidak pernah terpenuhi seluruhnya.
  2. Kebutuhan atau keinginan yang sudah terpenuhi tidak akan menjadi pendorong lagi.
  3. Kebutuhan manusia tersusun menurut hierarki tingkat pentingnya.
  4. Motif untuk berprestasi (achievment motive)

Teori ini berasumsi bahwa semua kebutuhan itu ada karena dipelajari sehingga kepribadian juga akan berubah kalau seseorang belajar.

 

  1. C.    Atribut Kepribadian
    1. Daerah Pengendalian (Locus of Control)

Daerah pengendalian berkenaan dengan sejauh mana seseorang merasa yakin bahwa tindakannya akan memengaruhi imbalan yang akan diterimanya.

  1. Paham Otoritarian

Sifat kepribadian otoritarian yang tinggi memiliki intelektual yang kaku, membedakan orang atau kedudukan dalam organisasi, mengeksploitasi orang yang memiliki status di bawahnya, selalu curiga, dan menolak perbuatan.

  1. Orientasi Prestasi

Merupakan karakteristik kepribadian yang dapat digunakan untuk meramal perilaku seseorang.

  1. Introversi dan Ekstroversi

Introversi adalah sifat kepribadian seseorang yang cenderung menghabiskan waktu dengan dunianya sendiri dan menghasilkan kepuasan atas pikiran dan perasaan. Ektroversi adalah sifat kepribadian yang cenderung mengarahkan perhatian kepada orang lain, kejadian lingkungan dan menghasilkan kepuasan dari stimulus lingkungan.

  1. Persepsi

Menurut Gitosudarmo, I. (1997) persepsi adalah suatu proses memerhatikan dan menyeleksi, mengorganisasikan, dan menafsirkan stimulus lingkungan.

  1. D.    Tipe-tipe Kepribadian
    1. Teori Carl Gustav Jung

Mengelompokkan sikap manusia menjadi a macam:

  1. Intraversi
  2. Extroversi
  3. Teori Galenus

Berdasarkan pemikirannya, ia mengatakan bahwa keempat tipe temperamen dasar itu adalah akibat dari empat macam cairan tubuh yang sangat penting di dalam tubuh manusia :

  1.  Sifat kering terdapat dalam chole (empedu kuning)
    2.    Sifat basah terdapat dalam melanchole (empedu hitam)
    3.    Sifat dingin terdapat dalam phlegma (lendir)
    4.    Sifat panas terdapat dalam sanguis (darah).

 

 

 

3.  Teori Kretschmer

a. Tipologi fisik:

Tipe piknis, dengan cirri badan bulat, pendek, perut gendut, wajah bundar, badan berlemak, dan dada berisi.

Tipe asthenis, dengan cirri bentuk badan langsing, anggota badan serba panjang, dada rata, kepala kecil, dan wajah sempit.

Tipe atletis, dengan cirri bentuk badan merupakan campuran antara dua tipe sebelumnya

Tipe displastis,  dengan cirri bentuk badan tinggi besar sekali, atau kecil pendek.

 

  1. Teori Sheldon
  • Somatotipe adalah usaha untuk mengukur morphogenotipe melalui pengukuran phenotipe.
  • Morphogenotipe adalah perkembangan bentuk dan struktur dari organisma
  • Phenotipe adalah karakteristik yang nampak

Konsep pengukuran jasmani model W.H Sheldon

Somatotipe performance test, yaitu menentukan morphogenotipe melalui pengukuran phenotipe dengan cara membuat foto-foto tubuh manusia dari muka dan samping sehingga didapatkan variabel2 yang merupakan dasar dari variasi jasmani. Ditemukan tiga komponen / dimensi jasmani :

  • Endomorphy
  • Mesomorphy
  • Ectomorphy

Istilah diatas dihubungkan dengan 3 lapisan pada pembentukan fetus manusia yaitu endoderm, mesoderm, ectoderm. Menurut Sheldon ada 3 tipe pokok keadaan jasmani :

  1. Type Endomorph Komponen endomorphy dominan dibandingkan 2 komponen yang lain. Ciri-ciri : Alat-alat atau organ-organ internal dan seluruh sistem digestif yang berasal dari endoderm sangat berperan. Secara fisik tampak : lembut, gemuk
  2. Tipe Mesomorph Komponen mesomorphy dominan dibandingkan komponen lain. Ciri-ciri : Bagian tubuh yang berasal dari mesoderm lebih berkembang. ( Otot, pembuluh darah, Jantung ). Secara fisik tampak : kokoh, keras, otot menonjol, tahan sakit, banyak ditemukan olahragawan, tentara.
  3. Tipe Ectomorph Komponen Ectomorphy dominan Ciri-ciri : Organ-organ ectoderm lebih berkembang seperti kulit dan sistem syaraf. Secara fisik terlihat : jangkung, dada kecil dan pipih, lemah, otot tidak terlihat.
  1. E.     Mekanisme Memahami Perilaku Individu
    1. Mekanisme pembentukan perilaku menurut aliran behaviorisme

Behaviorisme memandang bahwa pola-pola perilaku dapat dibentuk melalui proses pembiasaan dan penguatan dengan mengondisikan atau menciptakan stimulus-stimulus tertentu dalam lingkungan.

  1. Mekanisme pembentukan perilaku menurut aliran holistik(humanisme)

Holistik atau humanisme memandang bahwa aspek-aspek intrinsik (niat, motif, tekad) dari dalam diri individu merupakan faktor penentu untuk melahirkan suatu perilaku, meskipun tanpa ada stimulus yang datang dari lingkungan.

 

  1. F.     Gaya-gaya Perilaku Individu

Ciri-ciri utama gaya perilaku pribadi

  1. Pemikiran sistematis:
    1. Teliti, metodis, dan hati-hati(lamban) dalam bertindak dan memutuskan.
    2. Suka organisasi dan struktur-lebih memilih lingkungan kerja yang objektif, intelektual, dan berorientasi pada tugas.
    3. Bekerja lamban dan lebih suka sendirian, tidak suka keterlibatan dengan orang lain.
    4. Ingin semua benar.
    5. Cenderung introvert dan reflektif.
    6. Kecakapan pemecahan masalah yang baik.
    7. Penggerak yang dominan:
      1.  Tindakan dan keputusan yang tegas.
      2. Mengambil tanggung jawab dan suka mengendalikan.
      3. Fokus pada tugas-berusaha menyelesaikan tugas.
      4. Dingin dan independen, suka bersaing, dan ingin menang sendiri.
      5. Berkehendak kuat.
      6. Toleransi rendah terhadap perasaan, sikap, dan nasihat orang lain.
      7. Bekerja cepat dan mengesankan.
      8. Kecakapan administratif yang baik.
      9. Sifat asertif rendah pembangunan hubungan yang mantap:
        1. Lamban dalam mengambil tindakan dan keputusan.
        2. Menyukai hubungan yang dekat dan bersifat pribadi.
        3. Tidak suka dengan konflik antar pribadi.
        4. Melihat masalah dan memerhatikan hal-hal yang dapat dikerjakan.
        5. Lemah dalam menentukan tujuan dan pengarahan sendiri.
        6. Bekerja lamban dan terpadu dengan orang lain.
        7. Kecakapan konseling yang baik.
        8. Sifat asertif tinggi ekspresif dan antusias:
          1. Tindakan dan keputusan yang spontan.
          2. Suka dengan keterlibatan dan tidak suka sendiri.
          3. Melebih-lebihkan dan menggeneralisasi.
          4. Cenderung bermimpi dan menjebak orang lain dalam mimpinya.
          5. Optimis dan cenderung melihat hal-hal positif dalam hidup, sering menutup-nutupi kenyataan, situasi, dan keprihatinan yang negatif.
          6. Melompat-lompat dari satu kegiatan ke kegiatan lain.
          7. Berperilaku impulsif dan tidak menyukai perencanaan.
          8. Kecakapan persuasif yang baik.

About jinkisyndrome

Trapped in The SHINee World | Cant take my eyes off Lee Jinki
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s